Eksploitasi (Intelektual) Alam Indonesia

01Mar06

Mumpung lagi rame-ramenya topik eksploitasi Indonesia, sebenarnya ada yang terlewat dari pandangan kita. Tidak hanya masalah besar saja seperti perusakan lingkungan dan perampasan wilayah negeri ini, tapi ada lagi bentuk eksploitasi Indonesia di dunia international, yaitu eksploitasi budaya.

Sebagai contoh saja, harian New York Times minggu ini sedang mengadakan diskusi mengenai ledakan gunung Tambora pada tahun 1815 yang menimbun sebuah kerajaan di bawah abunya. Sebuah tim ilmuwan gabungan dari Indonesia dan Amerika yang mengadakan penelitian, menyebutkan bahwa ledakan yang diperkirakan membunuh 117.000 jiwa itu, juga menghapus sebuah kerajan kecil di Tambora. Mereka juga melaporkan telah menemukan mangkuk tembaga, pot keramik, gerabah Cina, gelas, dan peralatan dari besi di suatu lokasi berjarak 15 mil dari gunung Tambora.

Dalam penggalian awal, mereka juga melaporkan ditemukannya sebuah rumah berukuran 20 kali 30 kaki (kira-kira 7 kali 10 meter). Walaupun keadaan rumah tersebut sudah rusak, tetapi bentuk asli bangunan masih dapat dilihat. Terdapat dua jenazah manusia di dalamnya, dan salah satunya sedang membawa sebuah pisau besar.

“Bisa jadi Tambora seperti Pompeii (kota yang tertimbun ledakan gunung Vesuvius) di timur, dan dapat menjadi sebuah daya tarik budaya yang sangat besar”, jelas Haraldur Sigurdsson, seorang geophysicist di Rhode Island yang mengkhususkan diri mempelajari ledakan gunung berapi. Bahkan hasil dari penelitian ini ikut menyumbang materi bagi Ensiklopedi Volcano yang menyabet penghargaan dari Association of American Publishers.

Pantas saja gunung Tambora menjadi obyek penelitian yang favorit, karena faktanya ledakan gunung Tambora sepuluh kali lebih hebat daripada ledakan gunung Krakatau. Termasuk dituding menjadi penyebab perubahan iklim abnormal besar-besaran di tahun 1816, yang menyebabkan tahun tanpa musim panas di Amerika Utara, semenanjung Canada, dan Eropa Utara.

Saat ini gunung Tambora dalam status dormant, walaupun belum mati. Terhitung sejak 1815, dua kali gunung ini menunjukkan aktivitas yang cukup membahayakan. Gunung Tambora kini juga menjadi obyek wisata yang cukup diminati, khususnya dari kalangan pecinta alam. Pemerintah Daerah sendiri sekarang ikut menikmati hasil dari keuntungan pariwisata gunung Tambora.

[Tambahan materi diambil dari blog henz]



3 Responses to “Eksploitasi (Intelektual) Alam Indonesia”

  1. 1 M.Rizki sahdi putra

    Luar biasa akibat yang ditimbulkan akibat ledakan gunung tambora…….

  2. 2 mhpl stiesia

    terima kasih informasi na tapi sayang sekali masih banyak yang kurang………………………

  3. 3 Maruto

    Katanya klo gunung Tambora meletus bisa terjadi malam sekitar 3 bulan non stop.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: