Antara Conservative Accounting, Sarbanes Oxley, dan Syariah Accounting

18Feb06

Sial bener hari sabtu begini masih ada kuliah tambahan..

Eniwei, dari diskusi kuliah hari ini tentang Syariah Accounting, saya tidak dapat lebih baik menyimpulkannya kecuali dengan ilustrasi berikut ini.

Misalnya Anda seorang akuntan sebuah perusahaan multinasional yang menjual produknya hanya dalam transaksi kas, semua aset dibeli tanpa berhutang, pokoknya nggak pake interest alias riba nih biar ilustrasinya rada masuk akal. Pemegang saham perusahaan itu ada 3 orang, satu orang Eropa (Anglo-Saxon), satu Amerika, samau satu Arab. Perusahaan ingin mengajukan proposal tambahan modal kerja kepada ketiga investor tersebut supaya cari rejekinya makin joss. Jadilah Anda sebagai akuntan mempersiapkan laporan keuangan untuk lampiran proposal tersebut kepada masing2 investor.

Pertama kali, Anda terbang ke Eropa untuk mengajukan proposal plus laporan keuangan kepada investor dari Eropa. “Gw mau tau, duit gw selama ini dipake buat apaan aja? Sehat nggak tuh usaha loe-loe pade,” begitu kira-kira kata si bule Eropa ini. “Gw minta rasio2 keuangan, mulai dari RoI, RoA sampe RoIC, RoNA, semuanya loe unjukin ke gw yach..!”, demikian sabda beliau. Sebagai seorang akuntan lulusan STAN yang belajar Manajemen Keuangan dan Akuntansi dari barat, Anda dengan gapenya langsung menyusun semua laporan keuangan dengan basis akuntansi konservatif. Setelah ditunjukkan kepada sang investor Eropa, beliau langsung tersenyum sambil berkata, “Good.. good.. kamu orang sudah bekerja dengan baik.. Kamu orang saya kasih tambahan dana biar cari rejekinya makin joss…”. Sukseslah kunjungan Anda ke Eropa, tambahan dana dari sang Bule Eropa akan segera cair dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Hari berikutnya Anda terbang ke New York untuk menemui investor yang kedua. Sesampainya disana, Anda langsung memperlihatkan proposal tambahan dana dan laporan keuangan yang Anda susun untuk bule Eropa kemarin. “Hmm.. mantab juga elu orang punya kinerja! Cuman sayangnya, gw masih belum yakin tentang pengendalian internal di perusahaan elu. Gw mau dibikinin laporan internal control yang compliant ama Sarbox!”, demikian respon sang bule Amrik. Untung gw pernah belajar Sarbox di D IV STAN, batin Anda. Akhirnya disusunlah laporan pengendalian internal yang memenuhi persyaratan standar Sarbox, kemudian disampaikan ke investor bule Amrik. “Quite good!”, kata si bule, “Control lu udah ok! Gw mau nambahin modal..”. Dengan wajah penuh cengirang kesuksesan, Anda pun pulang dengan mengantongi tambahan modal kerja lagi.

Di hari yang ketiga, dengan menumpang jet perusahaan, Anda pun berangkat ke Saudi untuk menemui syeikh kaya yang memegang saham terbesar di perusahaan Anda. Setelah ber-ahlan-wa-sahlan dengan tuan rumah, Anda pun dengan penuh percaya diri mengeluarkan proposal tamabahan dana, laporan keuangan (beserta analisis rasionya), dan laporan pengendalian internal. “Hmm.. jadi uang ane selama ini sudah dikelola dengan baik ya… Pengendalian intern juga zain (mantab). Tapi ane mau tanya sama ente, ini usaha sudah halal belum?”, sang syeikh pun tanpa basa basi langsung meminta kejelasan. Waduh pegimane nih.. pikir Anda. Karena sudah terlatih untuk tidak kehabisan akal, Anda pun langsung memerintahkan anak buah untuk mempersiapkan laporan keuangan berbasis akuntansi syariah, semua pendapatan akrual dibabat abis jadi berbasis kas. Semua akad kontrak dilampirkan untuk menunjukkan tidak ada pelanggaran syariat. Dihaturkanlah semua laporan itu ke hadapan syeikh Raja Minyak. “Thoyyib.. thoyyib.. kalo begini ane mau ngucurin fulus lagi buat ente..”

Kesimpulannya: semua sistem dan standar itu diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Tergantung juga pada siapa pengguna yang paling besar kepentingannya, dialah yang (perilakunya) mampu mempengaruhi pengembangan sistem dan standar. Kenapa di Indonesia dibutuhkan standar akuntansi syariah, karena banyak penggunanya yang mempertimbangkan halal dan haram dalam melakukan keputusan. Kenapa di Amerika disyaratkan adanya laporan pengendalian intern, karena penggunanya udah males dikadalin kayak Enron dan Worldcom. Kira-kira begitu..

Pertanyaan berikutnya: kenapa IAI bikin PSAK?
Jawabannya: Supaya gampang ngauditnya, kan standarnya gw yang bikin.. (kata orang IAI).



33 Responses to “Antara Conservative Accounting, Sarbanes Oxley, dan Syariah Accounting”

  1. Jadi… ujung-ujungnya duit?

  2. 2 cogan

    Wah, berarti nt belum ngarti apa tuh akuntansi syariah…. Jangan liat kulitnya doang yak……

  3. hahahah kebetulan nih tadinya gw ga bakalan ngambil akuntansi syariah soalnya ngerasa ga penting!!!!! udah dosennya ngeboringin tadinnya ga bakalan gw ambil deh .. mau gw lepas males, tappi pas baca artikel ini ya udah deh gw ambil aja lumayan buat jaga jaga. hehehehe…

    gw baru aja beli buku PSAK iAI.. tuh buku bisa buat latihan jalan peragawati gw rasa tebel banget.!!! buset .. mana banyak dosen gw pengurus IAI pusat.. ngomong ngomong apaan tuh Sarbanes Oxley..??? hehehhe

  4. @wadehel
    Lebih penting dari duit, yaitu cara mengontrol duit kita yang dijalanin orang lain.

    @cogan
    yeah.. gitulah.. saya ambil sudut pandang kepentingan stakeholder standar akuntansi

    @farida
    saya dukung!
    Sarbanes Oxley itu undang-undang di Amerika yang berisi (salah satunya) tentang pengendalian. Undang2 ini lahir sbg respon dari kasus2 fraud seperti Enron. Sarbanes Oxley Act sangat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan2 yang di-listing di Amerika termasuk PT. Telkom yang terancam di-delisting dari NYSE karena telat menyampaikan laporan keuangan yang memenuhi persyaratan Sarbanes Oxley. Untuk lebih lengkapnya, bisa buka Wikipedia, atau jadi bahan diskusi di perkuliahan kamu.

  5. 5 farida

    sarbanes belajar di auditing yah?? kalo iya gw baru ngambil sekarang . boleh minta ga buat di blog aku.. artikel perbandingan sarbanes oxley, syariah accounting sama conservative accounting ini.. ntar bawahnya aku tulis di kutip dari blog ini buat temen temen aku yang ngerasa kalo , ak Sya ini ga penting diambil dan ga percaya gitu pas gw bilang fungsi nya kayak yang di artikel diatas

  6. 6 farida

    eh iya nih skalian syariah accounting bukunya yang bagus karangan siapa ya??

  7. #5,6

    Semua materi di situs ini bebas untuk diambil, dan saya akan sangat berterimakasih kalau disebutkan sumbernya. Buku syariah accounting yang cukup sesuai dengan Indonesia, saya cenderung memilih buku-buku karangan Antonio Syafii (misalnya: Perbankan Syariah). Selain mengupas dalil-dalil agama, beliau juga menceritakan perkembangan akuntansi syariah di negara-negara berpenduduk muslim. Kalau mau yang rada berat, cari2 aja di irti.org.

    Sedikit menyederhanakan: laporan keuangan itu kan gunanya untuk menunjukkan operasi perusahaan dari kacamata finansial. Conservative accounting itu dirancang untuk memperlihatkan kemampuan manajemen keuangan suatu perusahaan, termasuk kemampuan menghasilkan laba, ketersediaan kas, tingkat penggunaan aset, dsb. Sementara laporan pengendalian internal dengan persyaratan Sarbanes Oxley, dirancang untuk menyajikan tingkat kekuatan internal control sehingga mampu meyakinkan para pengguna laporan. Dan terakhir, akuntansi syariah dirancang untuk menyajikan kehalalan penghasilan suatu perusahaan.

  8. 8 farida

    thanks ya.. !!! nuhunnnn

  9. 9 zenny yasasilka

    tadinya gw mau cari data sarbox act (SOA) kok kayaknya ilustrasinya gak cocok ya??? sarbox itu ngatur supaya perusahaan dan auditor itu gak curangin investor, pemegang saham atau calon pemegang saham dengan cara manipulasi laporan keuangan….gitu lho!

  10. Salah satu laporan yang diwajibkan Sarbox adalah laporan mengenai pengendalian internal. Laporan tsb harus diterbitkan bersama dengan laporan keuangan. Dengan demikian Sarbox menginformasikan tidak hanya kondisi keuangan tetapi juga tingkat pengendalian.

  11. 11 ahmed

    pada intinya laporan keuangan itu harus jujur dan adil. tapi yang jadi pertanyaan bagaimana cara tahu halal tidak halal ?

  12. In my humble Opinion:
    kalo yang saya tau itu eropa tidak seluruhnya anglo saxon. cuma inggris aja. yang pure saxon malah amerika (serikat). jerman, negara2 latin -bukan amerika latin yah-(misal prancis dan italy), belanda dan negara2 nordic (misal swedia) digolongkan berbeda.
    jelas different purpose different standar lah. itu yang coba dieliminir dengan namanya “accounting harmonization” yang lagi di perjuangkan IASC dan kroni-kroninya.
    Dibikin PSAK supaya ada standar untuk memenuhi prinsip “comparable”, kalo gak standar gimana bisa dibandingkan? jadi bukan iseng kerjaannya IAI, atau biar gampang ngauditnya (kalo ngaudit mah emang gampang -dan juga pake STANDAR AUDIT)
    Accounting syariah menurut gue itu membingungkan dan juga masih prematur karena belom ada riset lebih jauh (bandingkan dengan akuntansi model barat yang telah menghabiskan jutaan dolar buat riset). Di Indonesia lebih cenderung ikut tren dan juga untuk memenuhi permintaan sumber dana tim teng sahajah.

  13. 13 om

    saya mau cari buku/artikel akuntansi syariah barang kali ada yg bisa bantu kirim ke email tarogong7b@yahoo.com.
    thank U

  14. 14 yuk..

    oy…mo donk data tentang audit syariah…mulai dari sejarah, perkembangan, sampai data yang lainnya yang mendukung pelaksanaan audit syariah di indonesia..
    makasih ya jeung…

  15. 15 bep

    arjuna nakal said

    “Untung gw pernah belajar Sarbox di D IV STAN”
    “Sebagai seorang akuntan lulusan STAN yang belajar Manajemen Keuangan dan Akuntansi dari barat”

    dirimu agak sedikit (jika tidak boleh dikatakan sangat) narsis ya???

    prodip?stan? pa D4 langsung siich?

  16. 16 Herry Hermawan

    wah lumayan juga. tapi ini si penulis memaparkan standar dengan kepentingannya sendiri juga.

  17. 17 alisya_03

    Hmmm.. Gitu ya… akuntansi syariah itu.. Saya baru tau.. Kesimpulan dr artikel di atas adalah akuntansi syariah digunakan sesuai kepentingan penggunanya. Trus gimana dg akuntansi syariah di perusahaan namun bukan bertujuan mencari investor. Hanya untuk kepentingan perusahaan yg ingin bersih dari hal yg haram.??

  18. Sama kita juga pernah belajar di D4 STAN…. viva STAN dech….

  19. 19 yees

    jangan bandingin akuntansi syariah dengan akuntani barat yang uda lahir dari jaman bahelak.. akuntansi syariah muncul akibat kesadaran umat muslim untuk bermuamalah berdasarkan prinsip2 syariah. klo toh akuntansi syariah maupun ekonomi Islam belum ada metodologi yang baku, wajar saja.. untuk akuntansi syariah pembeda utamanya adalah adanya penghitungan zakat sebelum adanya penghitungan pajak.. hal ini tidak memberatkan perusahaan karena jumlah pajak+zakat yang dibayarkan akan sama saja dengan pembayaran pajak jika tanpa dihitung zakat sebelumnya. mudah2n kalo belum bisa menggunakan akuntansi berdasar prinsip syariah sepenuhnya, perusahaan2 setidaknya bisa membayar zakat.. toh jumlah uang yang dikeluarkan sama saja. tapi yang menerimanya yang berbeda..wallahualam.

  20. 20 Fatur

    Your site is very cool, i love it
    success for you..and nice to know you
    If you have time , please visit my site at http://www.audithink.com
    Thank you

    Regards,
    Fatur
    Founder http://www.audithink.com | your audit knowledge center

  21. 21 RILLA

    aSSALAMUALIKUM , hIDUP aKUNTANSI sYARIAH SEMOGA EKONOMI ISLAM BERJAYA DI BUMI INDONESIA DAN DUNIA NANTINYA iNSYAALLAH,

    ALLAHU AKBAR !!!

  22. 22 fajar

    aku ngedukung atas perkembangan akuntansi syariah yang ada di dunia,semoga eksistansi akuntansi syariah mampu memberikan kontribusi positif serta mampu memberikan suasana baru dalam kancah perekonomian sekarang ini…buku akuntasi banyak beredar sekarang ini coba deh baca bukunya iwan triyuwono “akuntansi syariah”…terus bandingin sama buku syafi’i antonio..

    cheri slamet riyadi
    Bandung Bussiness School

  23. 23 abu raka

    klo mo baca akuntansi syraiah, apabila antum pada pusing setelah baca bukunya iwan triyuwono sebagai tambahan referensi antum bisa baca bukunya sofyan safri harahap a.l bunga rampai akuntansi islam, menuju perumusan akuntansi syariah 7 krisis akuntansi kapitalis peluang akuntansi syariah insya 4wi… antum lebih bisa memahami akuntansi syariah
    ayoo kembangkan akuntansi syariah ….

  24. Wah Seru juga ya gaya anak muda memaparkan standard akuntansi🙂

    Judulnya juga seru neh “Sarbanes Oxley”…

    Saya sedang nulis Journal “Account Reconciliation Post-Sarbanes Oxley (mis-statement & Material weakness)” Tapi masih kekurangan data tentang Sarbanes Oxley dibeberapa articles.

    Tadinya saya pikir bisa menemukan “Sarbanes-Oxley” di sini.

    Anyway… You do a good willingness to write…🙂.

    Salute !

  25. 25 dee

    hmmm….seruw juga nih tulisan….gw lagi nyusun skripsi nih ttg mudharabah….kalo mo minta data ma bank biar mulus gimana y???gw mo minta contoh mtransaksi mudharabah yg profit ma loss…..oiya buku2 yg bisa gw beli buat dukung skripsi gw paan y???thx loh….

  26. mmm….good idea…good content…
    congratulations…
    http://ajidedim.wordpress.com

  27. 27 muhammad ramdan widi irfan

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Kepada rekan-rekan bisa dibanru beberapa referensi tentang AKUNTANSI SYARI’AH, baik berupa file hasil seminar atau buku, e-book juga saya akan menerimanya. Ada yang sudah pernah mengambil SERTIFIKASI AKUNTANSI SYARIAH. Kalau ada yang sudah boleh dong share pengalaman-penagalamannya.
    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

  28. 28 widiajessti

    hahahha…saya ketawa2 baca postingannya..
    ya kalo kita maw mikir sempit, memang begitulah adanya..
    tapi saya mendukung pendapat humble-nya Bung Soundher..

    saya ambil mata kuliah akuntansi syariah, dan saya merasa beruntung karena sempet kenalan dengan pola ekonomi Islam, yang menurut saya sangat memenuhi fair treatment untuk semua pelaku ekonomi..
    http://widiajessti.wordpress.com/2008/11/28/kuliah-akuntansi-syariah/

  29. 29 widiajessti

    dan ternyata ini blognya bang beta yaaa….

    hahaha…saya baru nyadar…
    link dunk bang..

  30. Hi there friends, its great post concerning educationand
    entirely explained, keep it up all the time.

  31. It is truly a great and useful piece of info. I’m satisfied that you just shared this helpful info with us. Please keep us informed like this. Thank you for sharing.

  32. 32 Sonja

    Hi colleagues, its impressive piece of writing about educationand entirely defined,
    keep it up all the time.

  33. Its like you read my thoughts! You seem to understand so
    much about this, such as you wrote the book in it or something.
    I think that you just could do with some percent to drive the
    message house a little bit, but other than that, that is excellent blog.
    A great read. I will certainly be back.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: