Manajemen Dead-Line

25Jan05

Di seberang kontrakan saya yang sekarang, ada kios penjahit yang cukup ramai dikunjungi pelanggan. Baju-baju pesanan tergantung memenuhi etalase. Namun, sering kali saya sebagai tetangga harus mendengar (dan melihat) sang penjahit dibanjiri keluhan-keluhan dari pelanggannya.

Sang penjahit (yang sekaligus pemilik toko) menerapkan kebijakan usaha untuk menggunakan manajemen dead-line. Manajemen dead-line ini hanya istilah saya. Kalau ditanyakan ke beliaunya tentu juga tidak akan nyambung.

Manajemen dead-line yang saya maksud disini adalah, beliau menyelesaikan pesanan kalau si pelanggan sudah menagih pesanan tersebut. Kata-kata yang paling sering saya dengar adalah, “Besok sudah jadi”, atau, “Pesanan ibu memang saya rencanakan selesai besok”, atau yang parah sedikit, “Tadi malam lampu mati!”

Manajemen dead-line yang beliau gunakan ini, hampir menjadi bumerang ketika toko beliau dibanjiri pesanan mendekati hari lebaran. Bedanya dengan hari biasa, lebaran tidak dapat ditunda. Kalau pada pesanan biasa, alasan “Besok jadi” terkadang masih dapat diterima walaupun cukup menge.alkan. Tapi bagaimana dengan lebaran? “Saya pakai baju apa kalau baju pesanan saya belum selesai?” Nah lho!!

Memang komentar yang saya tuliskan ini lahir dari konsep sepakbola: “Penonton lebih pintar dari pemain, wasit bahkan pelatih sekalipun!”

Ngomong sih gampang, begitu kira2.

Saya jadi ingat jadian minggu lalu. Ketika teman-teman sau kelompok menginap di rumah untuk menyelesaikan tugas kuliah yang terancam deadline. Istri saya sampai sewot melihat waktu dan perhatian saya tercurah keperluan non-keluarga.

Jadi, siapa sebenarnya yang menerapkan manajemen dead-line?



No Responses Yet to “Manajemen Dead-Line”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: