Unyil

22Mar03

Jumat sore aku naik bus AC 63 Senen – Bekasi
di jalan Pramuka naik seorang pengamen kecil dengan lesung pipit di pipi
orang-orang sepertinya sudah mengenalnya

baru naik aja lagaknya dah kocak banget..
dia udah ‘pemanasan’ mengetuk-ketukkan kencrengannya
eh didahului sama seorang pedagang asongan
“Nyil! gua dulu ya nawarin dagangan..”

Sambil nunggu sang bapak pedagang asongan,
Unyil menghitung jumlah penumpang bus
gayanya itu lho.. lucu..

“Udah Nyil! Ayo ngamen!”, kata sang bapak
Mulailah si Unyil mengumandangkan suaranya..

Gak bisa dibedain nyanyi ama njerit..
tapi lama-lama bagus juga suaranya..

Lagu keduanya kocak..
begini..

“Ooh yeah ah…!”
(I wanna hold your hands-nya Beatles)
“Oli samping!!”
(Wekekeke.. harusnya kan ‘Tell you something’)
“I want you under staaaandddd!!”
(Tambahs semangat)
“And I..!!!”
“Oli samping!!”
Wakakaka.. satu bus ngakak..

Lom lagi lagu terakhirnya..
(Padi)
“Tetaplah menjadi bintang di langiiitttttt!!!!”
(susah dibedain nyanyi ama jejeritan..)
“Agar cinta kita tetap..”, diem bentar..
“abadi..”, lirih..
(dasar anak lom baligh..
suaranya masih melengking)

“..menyinari alam iniii…!!”
“Agar menjadi saksi cinta kitaaaa..”
“Bertiga! Eh,” ralatnya, “Berduaaaaa…”
(huahuahuaha ngakak abiz!!)

Note: for Unyil: keep innocent boy..
dent let them take your childhood…



No Responses Yet to “Unyil”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: